www.filterqueen.co.id

| ENGLISH | INDONESIA | 
 

ARTICLE

 

7 Kesalahan Fatal memilih Produk Vacuum Cleaner

         

  1. Vacuum Cleaner dengan Daya Sedot (Suction) yang Kuat
    Pada umumnya orang beranggapan bahwa kekuatan untuk membersihkan adalah adanya daya sedot (suction) yang kuat padahal sebenarnya kekuatan untuk membersihkan adalah adanya aliran udara (airflow). Hal ini dapat dibuktikan secara nyata walaupun daya sedotnya yang masih kuat akan tetapi vacuum sistem kantong debu setelah dipakai 15-20 menit pada umumnya kemampuan membersihkannya akan turun sampai dengan 80% karena debu besar menyumbat pori pori kantong debu sehingga aliran udara tersumbat dan tidak lagi dapat menarik polutan dengan efektif karena sudah kehilangan kekuatannya.


  2. Vacuum Cleaner Menggunakan Kantong Debu dari Kertas/Filter
    Vacuum cleaner yang menggunakan kantong debu yang terbuat dari kertas / filter mempunyai pori pori yang lebih rapat supaya tidak banyak polutan yang keluar kembali ke udara akan tetapi masalah utamanya semakin rapat pori pori kantung debunya semakin mudah tersumbat oleh partikel besar. Ketika pori pori vacuum tersumbat maka aliran udara (airflow) akan turun secara drastic yang menyebabkan vacuum tidak lagi bisa menarik polutan dari permukaan setelah dipakai 15-20 menit lagi.

    HEPA Filter




  3. Vacuum Cleaner Menggunakan Kantung Debu dari Kain
    Vacuum yang menggunakan kantung debu yang terbuat dari kain mempunyai pori pori kantong debu lebih besar yang membuat pori pori kantong debu tidak mudah tersumbat oleh polutan, akan tetapi masalah utamanya adalah semakin banyak partikel yang lebih kecil dari pori pori vacuum akan lolos kembali ke udara seperti bakteri, jamur, kuman, dust mite dan allergens.

    HEPA Filter





  4. Vacuum Cleaner menggunakan Media Air
    Vacuum yang menggunakan media air sebagai penyaring tidak bias diukur dengan jelas efisiensinya karena tidak semua partikel, gas, asap dan bau bauan tersaring dengan media air. Tidak semua partikel dapat larut atau bersenyawa dengan air karena berat jenis yang berbeda. Mengharuskan sering mengganti air dan menyikat separator setiap kali digunakan untuk menghindari partikel keluar kembali ke udara dan timbulnya bau yang kurang sedap. Pada umumnya vacuum dengan media air mempunyai suara yang sangat berisik pada saat digunakan. Pada laporan medis di Journal of Allergy & Clinical Immunulogy Vol. 91 thn 1993, vacuum dengan media air 100 % kuman penyebab alergi tidak bisa tersaring dengan media air.

    Journal of Allergy & Clinical Immunology


  5. Vacuum Cleaner menggunakan HEPA Filter
    Vacuum yang menggunakan HEPA Filter hampir sama cara kerjanya dengan Sistem Kantung Debu yang terbuat dari kertas dimana pori porinya sangat rapat sehingga mudah tersumbat oleh partikel besar yang menyebabkan aliran udara (airflow) akan turun secara drastis setelah dipakai 15-20 menit sehingga vacuum akan kehilangan kekuatannya untuk membersihkan polutan dari permukaan. Sistem penyaring HEPA Filter tidak mampu menyaring semua partikel dan telah diuji hanya dapat menyaring 99.97% pada 0.3 micron. Faktanya 98.5% partikel lebih kecil dari 0.3 mikron.





  6. Vacuum Media Air + HEPA Filter
    Sistem berbasis air hanya menangkap partikel atau kotoran yang larut dengan air tetapi partikel yang tidak larut atau bersenyawa dengan air seperti kuman & bakteri penyebab alergi dan asma akan lolos kembali ke udara dan terhirup oleh kita. Seperti kebanyakan system berbasis air + HEPA, system ini akan kehilangan efisiensi pembersihan sampai dengan 80% pada saat HEPA Filter tersumbat dengan partikel, sama seperti jenis pembersih vacuum kantong debu yang disebutkan diatas.

    Berbasis air, TIDAK menyaring semua partikel





  7. Vacuum System Wet and Dry
    Vacuum ini pada umumnya menggunakan media air dan kantong debu yang sudah dijelaskan sebelumnya. Adanya fungsi tambahan bisa digunakan untuk menyedot air dan mencuci, akan tetapi faktanya 95% media yang akan dibersihkan adalah permukaan yang kering seperti karpet, sofa, spring bed, lantai, gorden. Fungsi tambahan ini jarang sekali digunakan karena membutuhkan waktu yang lama untuk membuat kering kembali karena akan menimbulkan bau kurang sedap karena lembab apabila tidak benar benar kering serta seringkali menimbulkan bercak bekas air yang masih tertinggal di sisi dalam busa, karpet ataupun spring bed.

 


Copyright © 2011. PT FILTER QUEEN INDONESIA. All unauthorized reproductions of this site or its contents are strictly prohibited.
Specifications and details are subject to change without notice. www.filterqueen.co.id is a registered trademark. All Rights Reserved.